(Sebuah Opini: apakah dengan memilih pasangan yang sesuai dengan nurani akan tercapai kesejahteraan??)

“Jangan membeli kucing dalam karung, jangan salah dalam memilih calon Gubernur. Gunakan hak pilih anda sebaik-baiknya, hindari golput…..” kurang lebih begitulah penggalan kalimat iklan layanan masyarakat yang disampaikan dinas infokom Jatim berkaitan dengan Pemilihan Gubernur Jawa Timur yang dilaksanakan pada tanggal 23 Juli 2008 disebuah stasiun Radio swasta kota Jember yang aku dengar tadi malam.
Hari ini merupakan hari ‘Pencoblosan’ yang dilaksanakan secara serentak di seluruh wilayah Jawa Timur untuk memilih calon pasangan Gubernur Jawa Timur periode 2008 – 20013. Kebetulan hari ini giliran dines pagi (jaga) jadinya bangun pagi, biasanya seh bangkong ampe tengah hari, hihihi…terus mandi kemudian berangkat ke kantor (warnet). Sampai di Kantor, sweepiiii…cuma ada 2 user itupun anak kecil, biasanya seh ada 5-10 user. Mungkin karena hari ini pencoblosan, jadinya orang² pada nyoblos semua ato klo ndak pada bokek semua, hahaha… 
Ok..!! kembali ke topik diatas. Tadi pas mo brangkat kerja, seorang temen nanyain aku, “ndak nyoblos mas?” aku jawab “ndak”. Mau nyoblos dimana, lha wong ndak punya kartu pemilih dan harus terdaftar di Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK). Panitia ato orang yang disuruh mendata pemilih aja ndak pernah datang kekosanku untuk mendata aku, padahal mereka udah dibayar loh, lagian menurutku juga ndak penting!! Loh…koq bisa??
Yaa..memilih ato tidak menurutku sama saja, tidak akan ada perubahan yang berarti jika pilihan kita terpilih jadi Gubernur. Janji ato program² yang disampaikan pada saat kampanye hanyalah bualan belaka, sekedar pemanis untuk menarik simpatisan dari kalangan rakyat bawah yang ndak tau apa². Kenyataan yang terjadi setelah nantinya jadi Gubernur toh tidak berpengaruh bagi rakyat yang sudah memilihnya. Lapangan kerja sedikit, BBM semakin mahal saja, sembako juga demikian, angka kejahatan akibat tidak tersedianya lapangan kerja semakin tinggi, biaya sekolah tambah mahal, korupsi tetap saja ada bahkan tidak menutup kemungkinan tambah parah, dll. Begitu banyak dan kompleksnya permasalahan yang ada dan akan di hadapi oleh seorang “Calon Gubernur” jika nantinya terpilih untuk memimpin Jawa Timur.
Begitu banyak dana yang dikeluarkan dalam pemilihan kali ini, baik dari pemerintah (panitia) maupun dari masing² calon. Ini menarik sekali untuk diperhatikan. Pemerintah menggulirkan dana pilgub kali ini sebesar Rp 425 milliar (milliar loh), entah ngambilnya darimana kita tidak tahu tapi yang jelas itu UANG RAKYAT!!, pasti kalian akan berkata “ini kan demi kepentingan rakyat juga” halah..masa bodoh!! Menggunakan uang rakyat untuk kepentingan rakyat itu sendiri merupakan sebuah alesan untuk menyembunyikan ke-KORUPSI-an oknum yang berkepentingan didalamnya.
Dilain pihak, masing² calon yang pasti mengeluarkan duit baik dari partai maupun pribadi, lebih banyak lagi bisa jadi mencapai angka trilyunan rupiah untuk kampanye dengan harapan bisa terpilih sebagai Gubernur Jatim. Bisa kalian bayangkan, duit trilyunan yang dihabiskan untuk menarik simpatisan harus balik modal jika nanti terpilih. Jabatan Gubernur yang berlangsung selama 5 tahun merupakan kesempatan emas dalam mengumpulkan duit sebanyak²nya. Klo hanya mengandalkan bayaran alias honor alias gaji sebagai Gubernur selama 5 tahun tidak cukup untung mengembalikan modal selama kampanye, tidak ada jalan lain selain Korupsi, tetapi kita tidak pernah tahu dan jarang sekali memperhatikan hal ini. Cukup logis bukan?? Terserah kalian, setuju ato ndak…!!
Selama masa kampanye perang slogan pun dilancarkan. Segala jenis janji dan program² seperti sekolah murah bahkan gratis, sembako murah, berpihak kepada petani/rakyat, kesejahteraan rakyat akan ditingkatkan, dll dilontarkan para jurkam² maupun cagub itu sendiri disetiap kampanye calonnya. Yang menjadi pertanyaannya adalah “APAKAH BILA NANTI TERPILIH MENJADI GUBERNUR AKAN MELAKSANAKAN SEMUA JANJI² ATO PROGRAM² YANG PADA WAKTU KAMPANYE BAPAK LONTARKAN?? “
Disini saya tidak menganjurkan kalian untuk tidak memilih alias golput ato apalah istilahnya, sebagai warga negara yang baik yang taat pada undang² (yang banyak dilanggar oleh pembuatnya sendiri maupun pejabat yang notabene dibayar pake uang rakyat), kalian harus memilih calon yang katanya berpihak pada rakyat kecil meskipun beliau tidak mengenal kalian.
“BAGI SAMPEAN YANG NANTI TERPILIH MENJADI GUBERNUR JAWA TIMUR SAYA UCAPKAN ‘SELAMAT‘, SEMOGA SAMPEAN BISA MENJADI PEMIMPIN YANG BAIK, BERPIHAK KEPADA RAKYAT KECIL, TIDAK KORUPSI, BISA MEMEGANG AMANAH RAKYAT, DAN SEMOGA DIKEPEMIMPINAN SAMPEAN, KESEJAHTERAAN YANG DIDAMBA²KAN BISA TERCAPAI“
“Maaf..saya tidak ikut memilih Anda karna saya ndak kenal sampean, sampean pun ndak kenal saya jadi kita impas”




One Komentar
numpang numpang moga langgeng……
Tinggalkan Komentar