Doa Dipagi Hari

Ilustrasi

Pagi tadi sebelum menuju kantor KPPN, mampir dulu  diwarung untuk sarapan. Menikmati sepiring Rawon dan teh hangat. Masih menikmati rawon, masuklah seorang lelaki paruh baya, mengucapkan salam lalu membaca Al-Fatihah yang kemudian dilanjut dengan doa keselamatan dengan suara yang menggema memecah keheningan pagi diwarung tersebut. Setelah selesai membaca doa, lelaki tersebut kemudian menengadahkan tanganya kepada beberapa pengunjung warung layaknya seorang pengamen yang selesai menyanyi lalu pergi.

Sebentar…ada yang menarik disini. Meminta imbalan atas jasa mendoakan. Emangnya kenapa? Apa salah? Oke-oke…dalam hal ini aku tidak akan menilai salah atau benar karena aku sendiri tidak memiliki kapasitas untuk menilai apa yang telah dilakukan lelaki itu.

Sekedar berpendapat boleh lah, baiklah…mari kita diskusikan bersama. Klo melihat usianya, lelaki tersebut masih dalam usia produktif, umurnya kira-kira 30-40 tahunan. Ya usia yang masih sangat produktif. Akan banyak persangkaan yang timbul dibenak kita. Kenapa tidak cari kerja, mengemis dengan media agama, bukankah itu memalukan agama, dan lain sebagainya.

Tunggu dulu, mungkin sebaiknya kita tidak berburuk sangka dulu. Yang jelas banyak faktor kenapa orang tersebut melakukan pekerjaan tersebut. Bisa saja dia sudah berusaha tapi masih kurang beruntung, dari segi pendidikan mungkin juga tidak mendukung. Mendoakan adalah perbuatan yang baik tetapi bisa digaris bawahi, setidaknya mengayuh becak lebih baik daripada meminta-meminta. Hidup adalah pilihan.

Wallahu a’lam


2 Komentar to “Doa Dipagi Hari”

Tinggalkan Komentar

Anda bisa menggunakan tags ini:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

[+] Tambah Emoticon